Pembelajaran berdiferensiasi
Pembelajaran Berdiferensiasi
Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap peserta didik (Tomlinson, 2000). Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap peserta didik Pembelajaran berdiferensiasi merupakan serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan peserta didik. Pembelajaran berdiferensiasi juga didefinisikan sebagai cara mengenali dan mengajar sesuai dengan bakat dan gaya belajar siswa yang berbeda (Morgan, 2014). Pendapat tersebut menarik sebuah pandangan bahwasanya dalam setiap kelas pasti terdapat perbedaan kemampauan antara siswa satu dengan yang lainnya. Fokus pembelajaran berdiferensiasi ini adalah bagaimana guru memperhatikan kelebihan dan kebutuhan siswa. proses pembelajaran berdiferensiasi terdapat 3 aspek yang bisa dibedakan oleh guru agar peserta didiknya dapat mengerti bahanpelajaran yang mereka pelajari. Berikut adalah diferensiasi pembelajaran yang dapat dilakukan:
- Konten (materi yang akan diajarkan) Contoh penyesuaian konten bisa disesuaikan dengan tingkat capaian peserta didik, misalnya bagi peserta didik pada kategori sangat mahir harus dapat menguasai keseluruhan materi serta pengayaan dalam kegiatan pembelajaran. Bagi peserta didik pada kategori mahir harus dapat menguasai keseluruhan materi dalam kegiatan pembelajaran. Sementara bagi peserta didik yang masih perlu bimbingan cukup menguasai tiga halterpenting dalam kegiatan pembelajaran.
- Proses (cara mengajarkan) Guru perlu melakukan pendekatan yang berbeda dalam proses belajar mengajar. Jika disesuaikan dengan tingkat capaian, misalnya bagi peserta didik yang ada dalam kategori sangat mahir bisa menguatkan konsep materi di awal, kemudian memberikan tugas secara mandiri. Bagi peserta didik yang ada dalam kategori mahir, guru dapat memberikan konsep terkait materi, memberikan contoh serta tugas mandiri. Sementara bagi peserta didik yang masih perlu bimbingan guru harus melakukan pendampingan secara khusus mulai dari penyampaian konsep hingga pendampingan saat mengerjakan tugas.
- Produk (luaran atau performa yang akan dihasilkan) Dalam kegiatan pembelajaran, hasil akhir atau output yang diharapkan dari peserta didik juga berbeda-beda. Jika disesuaikan dengan tingkat capaian peserta didik, bagi peserta didik dalam kategori sangat mahir hasil yang diharapkan yaitu peserta didik dapat mengaitkan materi pembelajaran dengan hal yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian bagi peserta didik dalam kategori mahir hasil yang diharapkan yaitu peserta didik dapat mempresentasikan hal-hal yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Sementara bagi peserta didik yang masih perlu bimbingan hasil yang diharapkan yaitu peserta didik dapat menjawab soalsoal yang berkaitan dengan materi pembelajaran ( Heni, 2023).
Dapat disimpulkan bahwa, pembelajaran berdiferensiasi merupakan upaya guru untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran di kelas agar cocok dengan kebutuhan belajar peserta didik terkait kesiapan mereka dalam menerima materi baru, minat, dan beragam profil atau gaya belajar peserta didik. Hal ini menuntut guru untuk terus memahami kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam pembelajaran. Proses pembelajaran berdiferensiasi terdapat 3 aspek yang bisa dibedakan yaitu, konten, proses dan produk.
Komentar
Posting Komentar